Di tengah dunia yang terus berubah—ketika krisis iklim mengancam kehidupan, arus digital membawa peluang sekaligus ancaman, demokrasi menghadapi berbagai ujian, dan kesenjangan sosial masih menjadi persoalan—satu pertanyaan penting muncul: bagaimana kita mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit tanpa kehilangan arah di tengah kompleksitas zaman? Ketahanan bukan sekadar kemampuan untuk menghadapi guncangan, melainkan juga kapasitas untuk belajar, bertransformasi, dan menemukan jalan keluar. Namun, persoalan yang semakin rumit tidak dapat dijawab melalui satu sudut pandang saja. Dibutuhkan dialog lintas disiplin, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta pemahaman yang menghubungkan manusia, masyarakat, institusi, dan lingkungan dalam satu kesatuan. Buku Kajian Ketahanan: Transdisipliner Ilmu secara Teori dan Praktik mengajak pembaca menelusuri ketahanan dari berbagai dimensi yang saling berkaitan, mulai dari ketahanan pribadi, gender, budaya, dan pendidikan inklusif hingga kebijakan institusi, politik dan demokrasi, keamanan siber dan informasi, media dan literasi digital, ketahanan daerah, serta ketahanan nasional. Setiap pembahasan membuka perspektif baru tentang bagaimana tantangan di satu bidang dapat memengaruhi bidang lainnya, sekaligus memperlihatkan pentingnya pendekatan transdisipliner dalam merumuskan solusi yang lebih menyeluruh dan kontekstual. Lebih dari sekadar kumpulan kajian, buku ini mengundang pembaca untuk melihat ketahanan sebagai tanggung jawab bersama: bagaimana kita melewati krisis dan bagaimana membangun masa depan yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan. Sebab, ketahanan sejati tidak hanya diuji ketika badai datang, melainkan dibentuk oleh cara kita mempersiapkan diri sebelum badai itu tiba.
Kami memiliki banyak produk terkait yang bisa anda pilih.