Buku ini, Manusia, Air, dan Lingkungan, hadir untuk mengurai kompleksitas hubungan antara manusia dengan air dalam berbagai dimensi: ekologis, historis, sosial, dan teknologi. Ia berangkat dari premis bahwa persoalan air bukan sekadar masalah teknis atau alamiah, tetapi juga persoalan etika, kebijakan, dan tata kelola. Ketika manusia membangun peradaban, mereka membangunnya di tepi sungai, danau, dan sumber-sumber air lainnya. Namun ketika peradaban berkembang terlalu cepat dan terkadang lupa arah, maka air pun menjadi korban dari eksploitasi, polusi, dan distribusi yang timpang. Air tidak hanya menghidupkan tubuh manusia, tetapi juga menopang ekosistem, menggerakkan ekonomi, serta membentuk budaya dan identitas suatu bangsa. Dalam masyarakat tradisional, air adalah simbol kesucian, keseimbangan, dan harmoni. Namun dalam masyarakat modern, air seringkali direduksi menjadi komoditas. Di sinilah terjadi pergeseran makna dan fungsi yang harus disadari secara kritis. Buku ini mencoba menempatkan kembali air dalam kedudukan filosofis dan ilmiah yang lebih adil: bukan hanya sebagai objek pengelolaan, melainkan sebagai subjek yang harus dihormati dalam kerangka ekologis. Manusia, dalam relasinya dengan air, tidak berada di atas atau di luar sistem lingkungan, tetapi menjadi bagian integral yang harus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan siklus hidrologi dan kualitas lingkungan hidup.
Kami memiliki banyak produk terkait yang bisa anda pilih.