Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sejak diimplementasikan pada 2019, merupakan program untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah atau institusi pendidikan lainnya dalam menghadapi dampak bencana dan penanggulangannya. Tujuan SPAB diantaranya: (1) meningkatkan keselamatan; (2) meningkatkan kesiapsiagaan; (3) melindungi investasi pendidikan; (4) memastikan kelangsungan pendidikan; dan (5) membangun kemandirian. Mitigasi bencana masuk ke dalam tujuan ke-2, yaitu meningkatkan kesiapsiagaan. Sejak diterapkan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam kurikulum pendidikan nasional mulai tahun 2025, secara otomatis pembelajaran mendalam diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki delapan profil lulusan. Profil lulusan ke-6 tentang kemandirian sangat relevan dengan kesiapsiagaan terhadap bencana, tidak hanya sebelum bencana, namun saat bencana dan pascabencana. Peserta didik di sekolah dasar dengan rentang usia 6-12 tahun masuk ke dalam kelompok yang rentan terhadap bencana, karena mereka memiliki kemampuan yang terbatas untuk memahami bahaya bencana dan bertindak mandiri saat terjadi bencana atau pascabencana. Oleh karena itu, integrasi mitigasi bencana ke dalam pembelajaran di sekolah dasar merupakan suatu keharusan. Mitigasi bencana dapat mengambangkan nilai-nilai peserta didik, seperti tanggung jawab, solidaritas, dan kemanusiaan. Integrasinya dapat dilakukan melalui pengembangan pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan pendidikan berbasis lingkungan. Disamping itu, perangkat asesmen yang sesuai juga diperlukan untuk mengevaluasi perubahan nilai dan sikap peserta didik dari hasil integrasi mitigasi bencana ke dalam pembelajaran. Sehingga, melalui hasil evaluasi itu, sekolah dapat mengukur sejauh mana tingkatannya sebagai sekolah dasar siaga bencana dalam mendukung SPAB.
Kami memiliki banyak produk terkait yang bisa anda pilih.