Konsep “Microlearning” sudah diperkenalkan sejak tahun 1963 Hector Correa dalam bukunya yang berjudul “The Economics of Human Resources”. Namun, istilah microlearning baru mulai dikenal luas sejak dikembangkan wadah pembelajaran digital. Ide dasar dari microlearning adalah memecah/membagi pembelajaran ke dalam sesi-sesi pendek, sehingga lebih mudah untuk dicerna dan diakses. Sehingga, di era pembelajaran digital ini, microlearning menjadi metode pembelajaran terbaru yang paling sesuai dengan karakteristik pembelajaran digital. Sekurang-kurangnya, terdapat lima karakteristik utama dari microlearning, yaitu (1) pendek dan fokus; (2) mudah diakses/dijangkau; (3) fleksibel dan nyaman; (4) peningkatan retensi pengetahuan; dan (5) peningkatan keterlibatan (engagement). Beberapa format yang umumnya digunakan dalam microlearning diantaranya adalah video pendek, kuis dan permainan (game) interaktif, infografis dan gambar, rekaman suara, dan konten berbasis teks lainnya. Jadi, microlearning tidak sebatas video pendek saja. Dalam empat belas bab dari buku ini, pembahasan tentang microlearning meliputi informasi dan konsep dasar dari karakteristik microlearning, perbandingannya dengan metode konvensional, area pengembangan, alat bantu untuk microlearning, dan aplikasinya dalam berbagai bidang, seperti pendidikan formal di jenjang sekolah, perguruan tinggi, pelatihan lokakarya, korporat, dan pendidikan profesional lainnya.
Kami memiliki banyak produk terkait yang bisa anda pilih.